Skip to content

Lampu Tanda Bahaya


Membuat Lampu Tanda Bahaya

Lampu tanda bahaya ini sering kita jumpai di tempat tempat yang seperti ini misalnya: di tikungan jalan, kantor polisi, daerah rawan kecelakaan, pintu gerbang pabrik / proyek pembangunan yang sering ada keluar masuk kendaraan dll. Jadi fungsi dari lampu tanda bahaya ini adalah untuk memberi tanda agar pengguna jalan terutama pengemudi supaya berhati hati. Lampu tanda bahaya ini akan menyala dengan berkedip kedip dengan warna kuning, jika kita pernah atau sering pergi keluar kota pasti akan ketemu dengan lampu jenis ini di jalanan. Jika kebetulan rumah kita dekat dengan tikungan jalan atau berada daerah yang rawan kecelakaan maka tidak ada salahnya jika anda membuat sendiri lampu tanda bahaya berikut ini:

Penjelasan rangkaian:

Jika di perhatikan rangkaian ini hampir sama dengan peredup lampu penerangan hanya saja bedanya nilai capasitor C1 di perbesar yaitu 220 uF/400V. Irama hidup dan matinya lampu bisa di atur dengan VR1 dan VR2 sesuai selera.

Rangkaian menggunakan Diac dan Triac sebagai komponen utama .

Diac sebenarnya merupakan dua deretan Dioda Dioda dalam anti pararel, karena deretan dioda itu simetrik maka terminal terminal Diac tidak bernama, jadi cara memasang dalam rangkaian pun tidak perlu memperhatikan polaritas nya, Diac ini banyak di pakai untuk men triger Triac.

Triac singkatan dari Trioda AC Switch artinya adalah sakelar arus bolak balik yang mempunyai 3 elektroda. Triac sebenarnya berisi dua deretan dioda dan dua Thyristor yang anti pararel dan di lengkapi dengan elektroda Gate ( Gerbang / Pintu ) .

Daftar komponen :
R1 = 6K8
VR1 = 100K
VR2 = 1 K
C1 = 220 uF/400V
D1 = 1N4004
DIAC = ER900
TRIAC = BRY52-400 ( 400V/6A)

Advertisements

Catu Daya

Catu Daya ( Power Supply )

CATU DAYA
1.1 Pengertian
Catu Daya atau sering disebut dengan Power Supply adalah sebuah piranti yang berguna sebagai sumber listrik untuk piranti lain. Pada dasarnya Catu Daya bukanlah sebuah alat yang menghasilkan energi listrik saja, namun ada beberapa Catu Daya yang menghasilkan energi mekanik, dan energi yang lain.
1.2 Macam-macam Catu Daya
Secara garis besar, Power Supply elektrik dibagi menjadi dua macam, yaitu Power Supply Linier dan Switching Power Supply.
• Power Supply Linier

Merupakan jenis power supply yang umum digunakan. Cara kerja dari power supply ini adalah mengubah tegangan AC menjadi tegangan AC lain yang lebih kecil dengan bantuan Transformator. Tegangan ini kemudian disearahkan dengan menggunakan rangkaian penyearah tegangan, dan dibagian akhir ditambahkan kapasitor sebagai pembantu menyearahkan tegangan sehingga tegangan DC yang dihasilkan oleh power supply jenis ini tidak terlalu bergelombang.
Selain menggunakan dioda sebagai penyearah, rangkaian lain dari jenis ini menggunakan regulator tegangan sehingga tegangan yang dihasilkan lebih baik daripada rangkaian yang menggunakan dioda. Power Supply jenis ini dapat menghasilkan tegangan DC yang bervariasi antara 0 – 30 Volt dengan arus antara 0 – 5 Ampere
• Switching Power Supply

Power Supply jenis ini menggunakan metode yang berbeda dengan power supply linier. Pada jenis ini, tegangan AC yang masuk ke dalam rangkaian langsung disearahkan oleh rangkaian penyearah tanpa menggunakan bantuan transformer.
Cara menyearahkan tegangan tersebut adalah dengan menggunakan frekuensi tinggi antara 10KHz hingga 1MHz, dimana frekuensi ini jauh lebih tinggi daripada frekuensi AC yang sekitar 50Hz. Pada switching power supply biasanya diberikan rangkaian feedback agar tegangan dan arus yang keluar dari rangkaian ini dapat dikontrol dengan baik. Keuntungan utama dari metode ini adalah efisiensi yang lebih besar karena switching transistor daya sedikit berkurang ketika berada di luar daerah aktif yaitu, ketika transistor berfungsi seperti tombol dan juga memiliki diabaikan jatuh tegangan atau arus yang dapat diabaikan melaluinya. Keuntungan lain termasuk ukuran yang lebih kecil dan bobot yang lebih ringan dari pengurangan transformator frekuensi rendah yang memiliki berat yang tinggi dan panas yang dihasilkan lebih rendah karena efisiensi yang lebih tinggi. Kerugian meliputi kompleksitas yang lebih besar, generasi amplitudo tinggi, energi frekuensi tinggi yang low-pass filter harus blok untuk menghindari gangguan elektromagnetik (EMI).

1.3 Fungsi Catu Daya
Pada intinya semua Power Supply atau Catu Daya mempunyai fungsi yang sama yaitu sebagai penyearah dari AC ke DC.
1.4 Bagian-bagian Catu Daya

1.4.1 Bagian-bagian panel depan
1. Saklar ON/OFF: untuk menyalakan dan mematikan catu daya.
2. Display LED: mengetahui apakah catu daya aktif/tidak
3. Meter tegangan dan arus, menunjukkan nilai tegangan dan arus pada terminal keluaran
4. Pengatur tegangan kasar dan halus.
5. Pengatur arus: setelan maksimum arus keluaran
6. Terminal keluaran +; – dan Gnd.
7. (10) Setelan meter nol
8. Setelan arus
9. Lampu tanda overload
1.4.2 Bagian-bagian panel belakang
1. kabel power(input AC) berfungsi untuk memasok listrik dari sumber listrik
2. Fuse/ sekring berfungsi sebagai pemutus arus apabila terjadi konsleting
1.5. Dasar-dasar pengoperasian Catu Daya
Catu daya dalam pemanfaatanya sehari-hari diguanakan untuk penyearah dari AC menjadi DC, langkah-langkah mengoperasikan catu daya adalah sebagai berikut:
1. Pastikan Kabel Power (input AC) pada panel bagian belakang terhubung dengan arus AC atau Jala-jala.
2. Tekan tombol power ke posisi ON.
3. Lampu akan menyala dan jarum akan bergerak, untuk voltase tidak perlu ada rangkaian tertutup, dan untuk arus rangkaian harus tertutup.
4. Membaca jarum atau angka digital yang ditunjukkan power supply.
5. Apabila sudah selesai menggunakan Power Supply, pastikan rangkaian/alat dalam keadaan mati
6. Matikan tombol power dan kabel power (input) AC dapat dicabut.
1.6 Penggunaan Power Supply
• Power Supply Komputer
Power Supply pada computer termasuk Power Supply jenis Switching Power Supply yang dapat mengkonversi 110-240 V Arus Bolak-Balik dan dengan keluaran DC voltase berkisar + 12V,-12V,+5V,+5V dan +3.3V, Power Supply komputer yang pertama kali adalah berjenis Power Supply linier, namun harga dan berat Power Supply menjadi faktor yang utama, sehingga Power Supply Komputrer yang berjenis Switch sangat umum digunakan.

• Power Supply Pengelasan
Pengelasan menggunakan listrik untuk melelehkan permukaan batang-batang logam. Listrik dihasilkan oleh Power Supply Pengelasan yang dapat mengubah arus AC menjadi DC. Power Supply Pengelasan yang dahulu terdiri dari Trafo atau mesin motor penggerak generator, namun sekarang ini menggunakan semi penghantar dan bahkan Mikro Processor yang sangat membantu mengurungai ukuran dan berat.
• AC Adaptor
Seperti Power Supply lainnya AC Adaptor berfungsi untuk menyearah arus dari Arus AC menjadi DC. Power Supply jenis ini banyak dijumpai dalam kehidupan sehari-hari seperti Adaptor Untuk Alat charge, dan alat-alat rumah tangga yang lainnya

Microkontroler

Mikrokontroler adalah sebuah chip terintegrasi yang biasanya menjadi bagian dari sebuah embedded system (sistem yang didesain untuk melakukan satu atau lebih fungsi khusus yang real time). Mikrokontroler terdiri dari CPU, Memory, I/O port dan timer seperti sebuah komputer standar, tetapi karena didesain hanya untuk menjalankan satu fungsi yang spesifik dalam mengatur sebuah sistem, mikrokontroler ini bentuknya sangat kecil dan sederhana dan mencakup semua fungsi yang diperlukan pada sebuah chip tunggal.

Mikrokontroler berbeda dengan mikroprocesor, yang merupakan sebuah chip untuk tujuan umum yang digunakan untuk membuat sebuah komputer multi fungsi atau perangkat yang membutuhkan beberapa chip untuk menangani berbagai tugas. Mikrokontroler dimaksudkan untuk menjadi mandiri dan independen, dan berfungsi sebagai komputer khusus yang kecil.

Keuntungan besar dari mikrokontroler dibandingkan dengan menggunakan mikroprosesor yang lebih besar, adalah bahwa jumlah komponen dan biaya desain dari item yang dikendalikan dapat ditekan seminimum mungkin. Mikrokontroler biasanya didesain menggunakan teknologi CMOS (Complemantary Metal Oxide Semiconductor), sebuah teknologi pembuatan chip terintegrasi (IC) efisien yang menggunakan daya kecil dan lebih kebal terhadap lonjakan listrik dibandingkan teknik yang lain.

Ada beberapa arsitektur yang digunakan, tetapi yang dominan adalah CISC (Complex Instruction Set Computer), yang memungkinkan mikrokontroler untuk memiliki banyak instruksi pengaturan yang dapat dijalankan dengan sebuah instruksi makro. Beberapa menggunakan arsitektur RISC (Reduced Instruction Set Computer), yang menggunakan sedikit instruksi, tetapi memberikan kesederhanaan yang lebih besar dan konsumsi daya yang rendah.

Kontroler-kontroler awal biasanya dibuat dari komponen-komponen logic dan umumnya memiliki ukuran yang cukup besar. Kemudian, mikroprocesor digunakan, dan kontroler dapat muat dimasukkan ke dalam satu board rangkaian. Mikrokontroler saat ini menempatkan semua komponen yang diperlukan ke dalam satu chip. Karena digunakan untuk mengendalikan sebuah fungsi tunggal, beberapa peralatan yang kompleks biasanya bisa memuat banyak mikrokontroler.

Mikrokontroler sudah menjadi umum untuk digunakan pada berbagai area, dan dapat ditemukan pada peralatan rumah tangga, perangkat komputer dan peralatan instrumentasi. Mikrokontroler juga banyak digunakan di dalam mobil, banyak industri yang menggunakannya, dan telah menjadi bagian sentral dari robotika industri. Karena biasa digunakan untuk mengendalikan sebuah proses tunggal dan menjalankan instruksi yang sederhana, mikorkontroler tidak memerlukan daya pemrosesan yang besar.

Pasar otomotif telah menjadi pendorong utama perkembangan mikrokontroler, banyak yang telah dikembangkan untuk keperluan aplikasi otomotif. Karena mikrokontroler yang digunakan pada otomotif harus menghadapi kondisi lingkungan yang keras, mereka harus menjadi sangat handal dan tahan banting. Namun demikian, mikrokontroler otomotif, seperti juga mikrokontroler yang lain, merupakan produk yang sangat murah dan dapat memberikan fitur canggih, yang tanpa dorongan dari perkembangan industri mungkin akan menjadi hal yang tidak mungkin atau akan menjadi sangat mahal untuk diimplementasikan.

Fungsi Komponen Elektronika

Fungsi Komponen Elektronika. Tentunya kita semua sudah paham bahwa dalam menganalisa rangkaian elektronika atau dalam membuat skema rangkaian elektronika, kita sendiri harus tahu komponen yang digunakan dalam rangkaian kita. Komponen-komponen ini dalam skema rangkaian elektronika diigambar berdasarkan simbol-simbol yang sudah ditentukan, tentu saja symbol symbol tersebut sudah mengikuti aturan internasional atau dengan bahasa lain semua pabrik yang membuat komponen elektronika tentunya sudah mengantongi simbol simbol  yang berlaku di dunia elektronika.

Untuk mempermudah dan mengetahui karakteristik komponen dalam sebuah rangkaian elektronika tentunya kita mebutuhkan simbol-simbol dari fungsi komponen elektronika yang kita pakai.

Sebelum kita merangkai maka pastilah kita butuh untuk belajar elektronika terlebih dahulu.

Nah tentunya dalam belajar elektronika haruslah memahami dan mengetahui, simbol-simbol fungsi komponen elektronika yang digunakan dalam sebuah rangkaian elektronika, right? Seperti halnya jika kita ingin memperbaiki peralatan elektronika, perusahaan pembuat peralatan akan menggambar rangkaian yang di produksinya pada skema rangkaian sehingga para pengguna/ teknisi akan mudah melacak kerusakan pada peralatan tersebut.

Pada gambar berikut adalah beberapa koleksi simbol-simbol komponen elektronika yang banyak digunakan dalam rangkaian elektronika :

fungsi komponen elektronika fungsi komponen elektronika

penjelasan dari simbol diatas tentang adalah sebagai berikut :

Resistor : berfungsi sebagai penghambat arus yang mengalir dalam rangkaian listrik

Potensio Meter :  berfungsi sebagai penghambat arus dalam rangkaian listrik, nilai resistansi dapat diatur

Variable Resistor : berfungsi sebagai penghambat arus dalam rangkaian listrik, nilai resistansi dapat diatur

Condensator Bipolar : Berfungsi untuk menyimpan arus listrik sementara waktu

Kapasitor Variable : Condensator yang nilai kapasitansinya dapat diatur

Dioda : Berfungsi sebagai penyearah yang dapat mengalirkan arus listrik satu arah (forward bias)

Dioda Zener : Regulator atau pembatas tegangan

Dioda Schottky : Dioda dengan drop tegangan rendah, biasanya terdapat dalam IC logika

Dioda Varactor : Gabungan Dioda dan Kapasitor

LED (Light Emitting Diode) : Akan menghasilkan cahaya ketika dialiri arus listrik DC satu arah

Photo Dioda : Menghasilkan arus listrik ketika mendapat cahaya

Transistor NPN : Arus listrik akan mengalir (EC) ketika basis (B) diberi positif

Transistor PNP : Arus listrik akan mengalir (CE) ketika basis (B) diberi negatif

Transistor Darlington : Gabungan dari dua transistor Bipolar untuk meningkatkan penguatan

Transistor JFET-N : Field Effect Transistor kanal N

Transistor JFET-P : Field Effect Transistor kanal P

Transistor NMOS : Transistor MOSFET kanal N

Transistor PMOS : Transistor MOSFET kanal P

Itulah beberapa fungsi komponen elektronika yang bisa dishare kali ini, semoga bermanfaat.

“Robot”

Robot adalah sebuah alat mekanik yang dapat melakukan tugas fisik, baik menggunakan pengawasan dan kontrol manusia, ataupun menggunakan program yang telah didefinisikan terlebih dulu (kecerdasan buatan). Istilah robot berawal bahasa Cheko “robota” yang berarti pekerja atau kuli yang tidak mengenal lelah atau bosan. Robot biasanya digunakan untuk tugas yang berat, berbahaya, pekerjaan yang berulang dan kotor. Biasanya kebanyakan robot industridigunakan dalam bidang produksi. Penggunaan robot lainnya termasuk untuk pembersihanlimbah beracun, penjelajahan bawah air dan luar angkasa, pertambangan, pekerjaan “cari dan tolong” (search and rescue), dan untuk pencarian tambang. Belakangan ini robot mulai memasuki pasaran konsumen di bidang hiburan, dan alat pembantu rumah tangga, seperti penyedot debu, dan pemotong rumput.

Saat ini hampir tidak ada orang yang tidak mengenal robot, namun pengertian robot tidaklah dipahami secara sama oleh setiap orang. Sebagian membayangkan robot adalah suatu mesin tiruan manusia (humanoid), meski demikian humanoid bukanlah satu-satunya jenis robot.

Untuk memahami pengertian robot kita coba untuk menelusuri pengertian robot dari beberapa sumber. Pada kamus Webster pengertian robot adalah

“An automatic device that performs function ordinarily ascribed to human beings”

Dari kamus Oxford diperoleh pengertian robot adalah

A machine capable of carrying out a complex series of actions automatically, especially one programmed by a computer.

Pengertian dari Webster mengacu pada pemahaman banyak orang bahwa robot melakukan tugas manusia, sedangkan pengertian dari Oxford lebih umum.

Beberapa organisasi di bidang robot membuat definisi tersendiri. Robot Institute of America memberikan definisi robot sebagai:

“A reprogammable multifunctional manipulator designed to move materials, parts, tools or other specialized devices through variable programmed motions for the performance of a variety of tasks”.

International Standard Organization (ISO 8373) mendefinisikan robot sebagai:

“An automatically controlled, reprogrammable, multipurpose, manipulator programmable in three or more axes, which may be either fixed in place or mobile for use in industrial automation applications”.

Dari beberapa definisi di atas, kata kunci yang ada yang dapat menerangkan pengertian robot adalah:

  • Dapat memperoleh informasi dari lingkungan (melalui sensor)
  • Dapat diprogram,
  • Dapat melaksanakan beberapa tugas yang berbeda
  • Bekerja secara otomatis
  • Cerdas (intelligent)
  • Digunakan di industri

Hello world!

Welcome to WordPress.com! This is your very first post. Click the Edit link to modify or delete it, or start a new post. If you like, use this post to tell readers why you started this blog and what you plan to do with it.

Happy blogging!